UML (Unified Modeling Language)

UML merupakan suatu abstraksi atau bahasa pemodelan (modeling language) di lingkup pengembangan perangkat lunak (software engineering) yang ditujukan untuk melakukan abstraksi terhadap sebuah sistem atau perangkat lunak berbasis objek. Hal ini dimaksudkan agar terdapat standarisasi dalam mendesain sistem, sehingga dapat lebih mudah untuk perancangan serta pengembangan aplikasi.

UML sendiri juga dapat menjadi perantara komunikasi atau transfer ilmu tentang sistem yang akan dikembangkan dari satu developer ke developer lainnya, termasuk pula bagian lainnya. Hal ini kembali ke esensi awalnya, yaitu menjadi bahasa pemodelan yang dapat memudahkan pengembangan sistem, dengan kata UML menjadi salah satu dasar pedoman pengembangan sistem yang akan dilakukan.

UML snediri diciptakan oleh Object Management Group yang diawali pada versi 1.0 di Januari 1997 kemudian muncul versi 1.5. Lalu pada tahun 2005 UML versi 2 mengantikan versi 1.5 .Kemudian UML terus mengalami perubahan sampai beberapakali hingga kini menjadi UML 2.4.1 walaupun sebagian besar landasanya masih sama.

DI UML terdapat beberapa prinsip utama yang harus dikenali:

  1. Object
  2. Class
  3. Abstraction
  4. Encapsulation
  5. Inheritance
  6. Polymorphism

Perlu ditegaskan sekali lagi, istilah diatas sangat lekat pada pemrograman yang berbasis object (OOP). Sehingga untuk pemrograman jenis lain UML bukan lagi menjadi landasan perancangan sistem.

Seperti Gambar diatas dalam UML sendiri terdiri dari beberapa diagram yang harus dipahami.

A. Structured Diagram

Structured Diagram merepresantasikan aspek statis pada sistem, dimana menekankan pada bagaimana sistem harus didesain. Semenjak Structure Diagram mewakilkan struktur sehingga kini digunakan secara ekstensif untuk membuat dokumentasi arsitektur sistem perangkat lunak (software architecture of software system)

  1. Class Diagram
  2. Component Diagram
  3. Object Diagram
  4. Composite Structure Diagram
  5. Deployment Diagram
  6. Package Diagram
  7. Profile Diagram

B. Behavioral Diagram

Behavior diagram merepresantikan aspek dinamis didalam sistem. Dimana Behavioral Diagram merupakan desain yang menekankan pada bagaimana sistem harus berjalan. Semenjak Behavioral Diagram menggambarkan perilaku sistem, kemudian behavioral diagram digunakan secara ekstensif untuk pendeskripsian fungsionalitas dari sistem perangkat lunak (functionllaity of software system)

  1. Use Case Diagram
  2. Activity Diagram
  3. State Machine Diagram
  4. Interaction Diagram (Terdiri dari: Communication Diagram, Interaction Overview Diagram, Sequence Diagram, Timing Diagram).